Langsung ke konten utama

Camping Extreme part 2

Sepupu ku baru ngirimin foto-foto pas camping nih. Padahal dah di tagih dari seminggu yang lalu. Mungkin dia pikir aku udah liat foto-fotonya kali ya, padahal selesai camping kan aku langsung pulang ke depok, ga sempet tuh cek-cek camdig dulu. -_-
Nih foto-foto nya.



Pemandangan gunungnya bagus, penuh dengan pohon pinus. I like it dah pokona mah.
Ini view menuju camp. Gunung Tampomas keliatan loh. Hhe. Awalnya sempet bingung, itu tampomas atau ciremai. Maklum, ga tau daerah. 

Nah kalo ini foto orang-orang yang pada ga punya kerjaan, makanya pada camping. Hhe. Dan aku yang paling cantik pastinya (secara cewe sendiri)  satu personil ga ada di sini. Soalnya kebetulan foto yang ada dianya nge’blur’ gitu. 


Foto camp kita waktu kemaren, bener-bener menghawatirkan. sama kaya orang"nya

















teima kasih :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

apa hubungannya @thiShanti dan @shintasumabrata ?

“Perasaan nama blog @thiShanti dan @shintasumabrata hampir sama deh, Cuma beda di “I” dan “a” doang ya?” Ini jawabannya. @thiShanti dan @shintasumabrata adalah dua orang yang berbeda tapi lahir dari rahim yang sama. Kami lahir hanya selisih +15 menit. Kami KEMBAR kawaan. Jujur saja, kami sudah terlalu lelah mendengar orang-orang bertanya “kembar ya?”, “yang lahir duluan siapa”, “kakaknya siapa” de el el. Tapi inilah konsekuensi menjadi anak kembar.  Kami lahir pada tanggal 26 Mei 1992 di Cimanggis Bogor (akte) yang sekarang udah berubah nama jadi Depok. (Katanya sih) di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Tapi ga tau juga, soalnya saat kita nongol keluar dari rahim, kita belum sempet diajak jalan-jalan keluar sama susternya. Hhe #ngok *krik krik -_-“

Curi Budaya? Jangaaaaaannnn!!!!!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Jangankan dalam satuan negara, dalam lingkup wilayah provinsi saja sudah banyak budaya yang ada di sana. Karena saya tinggal di daerah Jawa Barat, maka saya akan membahas beberapa kebudayaan yang ada di Jawa Barat.

Gn. Papandayan

cerita yang awal ada disini kawasan kawah papandayan Melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Meskipun hanya bisa tidur (sangat) sebentar, saya tetap bersemangat. Bagaimana tidak? Baru kali ini saya mendengar kalau perjalanan menuju puncak tidak terlalu terjal. Bahkan setengah perjalanan medannya landai. Belum lagi banyak tempat-tempat indah untuk mengambil gambar.