Langsung ke konten utama

Move-on ko GAGAL ?

Ini terinspirasi dari salah satu sesi di radio kancut yang bertemakan #GALON alias gagal move-on.
Sebenernya gue juga rada bingung, kenapa orang jaman sekarang lebih sering galau gara-gara permasalahan move-on. Prasaan jaman gue SD, gue jarang denger kakak gue pada ngeluh "duuuuh, galau nih" atau "duuuh, kapan gue bisa move-on?" dan ternyata itu emang cuma perasaan gue doang.

Soalnya yang namanya galau atau move n itu ga kenal jaman ko. Cuma, dulu belum kenal istilah "galau" ataupun "move-on" yang ada itu "bingung" dan "pindah ke lain hati"
Buat kalian yang ga ngerti tulisan diatas, gue cuma mau minta maaf. soalnya gue juga bingung sama tulisan gue itu #nahloh

Berikut adalah beberapa siasat atau solusi dalam menghadapi kata move-on atau pun galau, kecuali? #soalUN2020 #penting

1. Yang harus anda lakukan pertama kali adalah dengan menghapus kenangan yang terlihat terlebih dahulu, yang terlihat itu contohnya barang-barang yang bisa bikin lo inget sama doi. Biasanya kado ulang tahun atau oleh-oleh dari doi gitu. Lumayan lah untuk mengurangi kegalauan lo sebanyak 15%
2. Hapus contact doi untuk sementara waktu, kalo sayang untuk diupain, hafalin dulu nomernya sampe khatam baru diapus. Ini mengurangi kegalauan sebanyak 10%
3. Sibukin diri, menurut gue sih ini cara paling efektif. Soalnya, dengan menyibukkan diri kita bakal lupa sama masalah pribadi, entah itu berhubungan dengan yang namanya cinta atau ngga. Kalo kita sibuk juga, kita bakalan cape sendiri tuk nyisain waktu kita cuma untuk ngegalo-galo sendiri. Ini mengurangi kegalauan sebanyak 30%
4. Main bareng temen, kongkow-kongkow dimana ke yang enak barangkali aja ketemu jodoh orang dijalan.  Lagipula dengan gaol bareng temen, lo juga pasti bakal dapet temen baru yang barang kali bisa bikin hidup lo lebih berwarna. Mengurangi kegalauan sebanyak 20%
5. Inget kalo lo masih punya keluarga. Cuma keluarga yang bisa bikin lo lebih bahagia, deketin lagi diri lo sama keluarga. banyak sesuatu yang akan terungkap kalo lo deket sama keluarga. dan barangkali aja tiba-tiba nyokap atau bokap lo bilang kalo lo mau dijodohin sama anak temen mereka, yang kaya di pelem-pelem gituuuu.. Nah ini mengurangi tingkat kegalauan sebanya 25%

sekian sedikit solusi dari gue untuk menghadapi kegalauan.
1 kalimat untuk pembaca tercintah
sesungguhnya galau karena cinta sangat tidak penting jika dibandingkan dengan galau karena TUGAS yang sudah DEADLINE
maaf jika banyak kekurangan, maklumlah ngetiknya sambil merem.
sekian dan terimakasih

Komentar

  1. Kalo mau moveOn gampang..
    lu cari aja gebetan baru, temen baru..
    he he..
    salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu sih namanya pelarian dan -_-"
      salam kenal juga :)

      Hapus

Posting Komentar

silahkan tinggalkan jejak anda ^.^b

Postingan populer dari blog ini

apa hubungannya @thiShanti dan @shintasumabrata ?

“Perasaan nama blog @thiShanti dan @shintasumabrata hampir sama deh, Cuma beda di “I” dan “a” doang ya?” Ini jawabannya. @thiShanti dan @shintasumabrata adalah dua orang yang berbeda tapi lahir dari rahim yang sama. Kami lahir hanya selisih +15 menit. Kami KEMBAR kawaan. Jujur saja, kami sudah terlalu lelah mendengar orang-orang bertanya “kembar ya?”, “yang lahir duluan siapa”, “kakaknya siapa” de el el. Tapi inilah konsekuensi menjadi anak kembar.  Kami lahir pada tanggal 26 Mei 1992 di Cimanggis Bogor (akte) yang sekarang udah berubah nama jadi Depok. (Katanya sih) di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Tapi ga tau juga, soalnya saat kita nongol keluar dari rahim, kita belum sempet diajak jalan-jalan keluar sama susternya. Hhe #ngok *krik krik -_-“

Curi Budaya? Jangaaaaaannnn!!!!!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Jangankan dalam satuan negara, dalam lingkup wilayah provinsi saja sudah banyak budaya yang ada di sana. Karena saya tinggal di daerah Jawa Barat, maka saya akan membahas beberapa kebudayaan yang ada di Jawa Barat.

Gn. Papandayan

cerita yang awal ada disini kawasan kawah papandayan Melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Meskipun hanya bisa tidur (sangat) sebentar, saya tetap bersemangat. Bagaimana tidak? Baru kali ini saya mendengar kalau perjalanan menuju puncak tidak terlalu terjal. Bahkan setengah perjalanan medannya landai. Belum lagi banyak tempat-tempat indah untuk mengambil gambar.