Langsung ke konten utama

Gn. Ciremai 3.078 Mdpl: We Did It!!!

Shanti. 20th. K162 WH. 


Sendiri, 
Aku tak ada arti
Sendiri, 
Aku bisa mati

Tapi kita,
akan terus hidup


Melangkah, Bernafas dan Yakin.





Mari melanjutkan cerita sebelumnya, yang belum tahu bisa baca di sini ya :)

Goa Walet 2950 mdpl
Kami bermalam disana dengan udara yang teramat sangat sejuk. Gue yang awalnya mau nyoba untuk ngga pake jaket sampe tidur, akhirnya kedinginan juga. Misi kedua pun gagal.
Kondisi Shinta belum keliatan membaik. Para lelaki pun mulai memasang tenda yang mereka bawa. Tenda selesai dibuat, Shinta pun langsung masuk ke dalam kandang, beruntung sebelum berangkat temen blogger gue nawarin Sleeping-Bag nya untuk gue bawa dan itu bener-bener bermanfaat. Terimakasih ya :)

Malam semakin dingin, wanita masuk ke dalam tenda untuk istirahat. Perut gue nge-band disaat para wanita udah mulai tidur. Gue pun langsung keluar dan minta dimasakin makanan ke orang-orang yang masih pada ngerumpi di depan tenda.

Masakan jadi, gue yang sempet tidur lumayan kaget sama teriakan manusia dari luar tenda. Dengan terpaksa gue bangunin penduduk tenda yang lain, dan alhasil kami berlima menyantap makanan dengan kondisi mata yang setengah merem.

Setelah makan, kami tidur kembali dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada mamang-mamang yang masakin makanan untuk kami.
TERIMAKASIH!!!!!!


03.00 waktu setempat yang gue buletin biar gampang
Suara dari luar tenda masih berisik, para lelaki dari Cirebon itu ternyata masih ngerumpi. Dan yang mengganggu adalah ternyata mereka ngerumpi-in ibu-ibu PKK alias para wanita -____-"
Gue mulai kedinginan, kelaparan dan pengen pipis. Satu yang gue pengen, Api unggun!
Berharap diluar ada orang, gue pun memutuskan untuk keluar tenda jam setengah 4 pagi.
Jengjeeeeeng....... GA ADA ORANG MEEEENNN....!! Apalagi api unggun....

Kenyataan itu cukup bikin gue panik dan bikin buru-buru masuk tenda lagi -__-"
Di dalem tenda gue cuma bisa copot-pasang kaos kaki yang ternyata ngga bisa bikin kaki gue hangat. Bertahan dengan kondisi perut kelaparan dan mencoba untuk kembali tidur lagi.

Pukul 5 pagi
Alarm manusia berbunyi, bukan nyanyian atau teriakan. Tapi Bersin.. Bersin 3x berturut-turut dengan volume yang lumayan bikin kesel orang-orang sekitar yang lagi enak tidur.
Tapi berkat itu, semua penduduk bangun dan keluar tenda sambil kedinginan.

"AYO MUNCAK.... LIAT SUNRISE...!"

"aku ga perlu muncak untuk dapat melihat keindahan matahari terbit, melihat senyumanmu saja itu sudah cukup" 
#eaaa #maapOOT

Langit mulai terang, kami meneruskan perjalanan menuju puncak. Shinta yang masih sedikit pusing mulai ngga yakin sama dirinya sendiri.
Tapi setelah dirayu, dia akhirnya mau untuk terus berjalan menuju puncak meskipun medannya lumayan terjal dan penuh batu.

"PUNCAAAAAAK!!!!!!!"

Kami berhasil! Senyuman bahagia terpancar di semua wajah. 
Kami semua, bersama dan berhasil mencapai puncak Gunung Ciremai :)

Hasil photo session di puncak:
Kiri-kanan: Shanti, Anatesia, Athifah, Intan, Shinta.
Mahir, Mamduh, Somat, Aji
Tidur: Agi
Jakarta dan Semarang

Rombongan Jakarta


kembaran yang gue temukan di kawah Ciremai

Abang yang dulu hilang, kini dia tlah kembali pulang
#MAAF,bukanPenggemarMissBand

Tetep narsis di sisa baterai

Di saat-saat terakhir berada di puncak, gue, Shinta dan bang Jajang sengaja minta ke temennya untuk mengambil foto kami. Tetapi setelah dilihat, ternyata ada sesosok makhluk yang ikutan difoto.
penampakan di puncak ciremai. DIA SIAPA???

Terimakasih atas kebersamaan dan dukungannya. Semua akan semakin terasa indah jika kita bersama dan saling memberi.

bersambung....

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. sekedar saran,lain kali kalo naek gunung lagi,
    pas mau tidur biar kaki ga kedinginan,sebelum pake kaos kaki ,pake kantong kresek dulu...baru di double pake kaos kaki.
    okenuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. oooh, begitu toh. okeh, makasih bang sarannya :)

      Hapus

Posting Komentar

silahkan tinggalkan jejak anda ^.^b

Postingan populer dari blog ini

apa hubungannya @thiShanti dan @shintasumabrata ?

“Perasaan nama blog @thiShanti dan @shintasumabrata hampir sama deh, Cuma beda di “I” dan “a” doang ya?” Ini jawabannya. @thiShanti dan @shintasumabrata adalah dua orang yang berbeda tapi lahir dari rahim yang sama. Kami lahir hanya selisih +15 menit. Kami KEMBAR kawaan. Jujur saja, kami sudah terlalu lelah mendengar orang-orang bertanya “kembar ya?”, “yang lahir duluan siapa”, “kakaknya siapa” de el el. Tapi inilah konsekuensi menjadi anak kembar.  Kami lahir pada tanggal 26 Mei 1992 di Cimanggis Bogor (akte) yang sekarang udah berubah nama jadi Depok. (Katanya sih) di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Tapi ga tau juga, soalnya saat kita nongol keluar dari rahim, kita belum sempet diajak jalan-jalan keluar sama susternya. Hhe #ngok *krik krik -_-“

Curi Budaya? Jangaaaaaannnn!!!!!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Jangankan dalam satuan negara, dalam lingkup wilayah provinsi saja sudah banyak budaya yang ada di sana. Karena saya tinggal di daerah Jawa Barat, maka saya akan membahas beberapa kebudayaan yang ada di Jawa Barat.

Gn. Papandayan

cerita yang awal ada disini kawasan kawah papandayan Melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Meskipun hanya bisa tidur (sangat) sebentar, saya tetap bersemangat. Bagaimana tidak? Baru kali ini saya mendengar kalau perjalanan menuju puncak tidak terlalu terjal. Bahkan setengah perjalanan medannya landai. Belum lagi banyak tempat-tempat indah untuk mengambil gambar.