Langsung ke konten utama

Kasih

Kasih, tahukah kau?
Semua berawal saat aku melihatmu di angkutan umum menuju rumah.
Aku masih ingat posisi dudukmu saat itu.
Kau berada tepat disamping pintu, dan aku tak bisa mengalihkan pandangan .
Aku tak tahu kau siapa, tapi aku tahu pasti (akan) mengenalmu.

Kasih, ternyata kau semakin dekat.
Menerobos masuk ke dalam fikiran.
Entah sihir apa yang kau lakukan, hingga aku selalu mencari senyum dan mata itu.

Kasih, pernahkah kau tersenyum melihat foto ku?
Aku bahkan hingga sembunyi-sembunyi menyimpan foto-foto mu.

Kasih, semoga aku dapat terus menyukai senyum dan mata indah mu.
Terimakasih kau telah memberikan kesempatan untuk mengagumimu.
Meski kau tak tahu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

apa hubungannya @thiShanti dan @shintasumabrata ?

“Perasaan nama blog @thiShanti dan @shintasumabrata hampir sama deh, Cuma beda di “I” dan “a” doang ya?” Ini jawabannya. @thiShanti dan @shintasumabrata adalah dua orang yang berbeda tapi lahir dari rahim yang sama. Kami lahir hanya selisih +15 menit. Kami KEMBAR kawaan. Jujur saja, kami sudah terlalu lelah mendengar orang-orang bertanya “kembar ya?”, “yang lahir duluan siapa”, “kakaknya siapa” de el el. Tapi inilah konsekuensi menjadi anak kembar.  Kami lahir pada tanggal 26 Mei 1992 di Cimanggis Bogor (akte) yang sekarang udah berubah nama jadi Depok. (Katanya sih) di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Tapi ga tau juga, soalnya saat kita nongol keluar dari rahim, kita belum sempet diajak jalan-jalan keluar sama susternya. Hhe #ngok *krik krik -_-“

Curi Budaya? Jangaaaaaannnn!!!!!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Jangankan dalam satuan negara, dalam lingkup wilayah provinsi saja sudah banyak budaya yang ada di sana. Karena saya tinggal di daerah Jawa Barat, maka saya akan membahas beberapa kebudayaan yang ada di Jawa Barat.

Gn. Papandayan

cerita yang awal ada disini kawasan kawah papandayan Melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Meskipun hanya bisa tidur (sangat) sebentar, saya tetap bersemangat. Bagaimana tidak? Baru kali ini saya mendengar kalau perjalanan menuju puncak tidak terlalu terjal. Bahkan setengah perjalanan medannya landai. Belum lagi banyak tempat-tempat indah untuk mengambil gambar.