Langsung ke konten utama

Biaya Kunjungan ke Gunung Ciremai

Dari pada postingan sepi, kali ini saya akan menberikan rincian biaya 'kunjungan' ke Gunung Ciremai (Majalengka) satu tahun lalu dari Jakarta.

Pertama dan terakhir kali naik kereta murah
Kereta ekonomi Ps. Senen-Cirebon RP 15.000
Stasiun ke tempat menginap GRATIS
makan tengah malem Rp 10.000
Berangkat hiking
Sewa pick-up (pp) Rp 30.000/org
Makan sore (turun gunung) Rp 15.000
Bus Luragung Cirebon-Pulogadung Rp 30.000
dll Rp 50.000

TOTAL 
Rp 150.000







FYI:
-Lama perjalanan pake kereta 5 jam 
-Lama perjalanan pake bus 6 jam pake ngebut dan nyelip-nyelip padahal isinya penuh. 
-Di dalem bus ada motor





Komentar

Postingan populer dari blog ini

apa hubungannya @thiShanti dan @shintasumabrata ?

“Perasaan nama blog @thiShanti dan @shintasumabrata hampir sama deh, Cuma beda di “I” dan “a” doang ya?” Ini jawabannya. @thiShanti dan @shintasumabrata adalah dua orang yang berbeda tapi lahir dari rahim yang sama. Kami lahir hanya selisih +15 menit. Kami KEMBAR kawaan. Jujur saja, kami sudah terlalu lelah mendengar orang-orang bertanya “kembar ya?”, “yang lahir duluan siapa”, “kakaknya siapa” de el el. Tapi inilah konsekuensi menjadi anak kembar.  Kami lahir pada tanggal 26 Mei 1992 di Cimanggis Bogor (akte) yang sekarang udah berubah nama jadi Depok. (Katanya sih) di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Tapi ga tau juga, soalnya saat kita nongol keluar dari rahim, kita belum sempet diajak jalan-jalan keluar sama susternya. Hhe #ngok *krik krik -_-“

Curi Budaya? Jangaaaaaannnn!!!!!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Jangankan dalam satuan negara, dalam lingkup wilayah provinsi saja sudah banyak budaya yang ada di sana. Karena saya tinggal di daerah Jawa Barat, maka saya akan membahas beberapa kebudayaan yang ada di Jawa Barat.

Gn. Papandayan

cerita yang awal ada disini kawasan kawah papandayan Melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Meskipun hanya bisa tidur (sangat) sebentar, saya tetap bersemangat. Bagaimana tidak? Baru kali ini saya mendengar kalau perjalanan menuju puncak tidak terlalu terjal. Bahkan setengah perjalanan medannya landai. Belum lagi banyak tempat-tempat indah untuk mengambil gambar.