Langsung ke konten utama

Sedikit Cerita Tentang Rahasia

Minggu, tanggal 22 April 2012.

Sebelum tanggal itu, gue bersyukur, akhirnya ada juga orang yang ngajak ke Dufan. Meskipun yang ngajak bukan berkelamin laki-laki, tapi gue tetep seneng. Soalnya (akhirnya) gue bakal tahu apa itu Dufan. Maklumlah, gue gede di desa yang dikelilingi oleh bukit, gunung, dan pantai. Dan dateng ke kota besar ini, baru 2 tahunan. Itu pun gara-gara kuliah di Jakarta. Jangankan keliling Jakarta, Depok aja cuma tau rumah gue - Margo/Detos - UI - Gundar - ITC, udah, yang lainnya....bingung.


Jadi, DUFAN bagi gue, LUAR BIASAA.....

okeh, mari kita mulai.
Gue berangkat dari rumah ke statsiun Depok Baru jam 7 kurang 10 menit. Padahal janjian ketemu di tempat jam 7 teng. Tapi ya mau gimana lagi, kebetulan kembaran yang janji mau nganterin masih tertidur anggun saat jarum jam di kamer udah nunjuk ke angka 7 kurang 15.
Nyampe statsiun jam 7 lebih dikit. Disana udah ada Sastra (temen kampusnya Shinta) yang lagi mejeng di belakang pager. Gue yang ga ngerti apa-apa langsung minta arahan sama si Sastra tentang cara biar gue bisa masuk ke balik pager. Beberapa detik pengarahan, gue langsung beli tiket kereta Commuter yang ke arah Jakarta. Harganya gue lupa, kayanya Rp 6000 deh. tapi gue lupa -_____-"

Saat gue dan Sastra lagi ngobrolin hal romantis, eh ternyata datanglah satu makhluk yang memakai jaket. Dari bentuk matanya sih gue kenal. Itulah Galih, yang dengan santainya tanpa bersalah nyengir-nyengir meskipun telat setengah jam. Tapi gue maklum lah, rumahnya emang di daerah pedalaman Depok sih *lipat tangan* *taro lemari*

Nyampe di Manggarai, kami nungguin gerombolan bocah Bogor, ga lama duduk. Ada sesosok wanita berbusana pink melintasi rel kereta, dia diikuti oleh beberapa makhluk di belakangnya. "Itu Senny dan gerombolan, mari kejaaaar!"

Dari Manggarai naik busway ke Ancol. Nyampe di Ancol jalan kaki ke Dufan.
Karena hari Minggu, jadi aja loket Dufannya penuh banget.

Dalam hati gue teriak "Akhirnya Shanti ke DUFAAAAAAAAN!!!!" *joged-joged bareng badut*

lagi nunggu beberapa personil ex-cerrybell


tiket masuk ditraktir senny
Wahana pertama yang kami kunjungi adalah Kora-kora, gue yang baru pertama kali nginjek Dufan dengan senangnya ikut dalam barisan antrian, ngantri lama-lama, cuma untuk di ombang-ambing di atas kapal dengan patung yang sesuatu itu.

Kedua pada mau main Hysteria, tapi karena penuh banget akhirnya pada belok ke halilintar. Gue yang mau ikut nyoba, tiba-tiba di kagetkan dengan 1 gerakan, 'berputar' TIDAAAAAAAAK!!!
*ngibarin bendera putih*

Akhirnya Senny, Farid, Dioris dan gue nunggu mereka yang lagi ngantri. Pas lagi nunggu, tiba-tiba ada rame-rame yang lewat di samping gue. Ada tulisan RCTI tapi gue ga tau itu siapa.
"MANA ARTISNYA?" kata gue dalem hati
Dio yang duduk di depan gue, tiba-tiba heboh sendirian sambil nunjuk-nunjuk ke arah hadap kiri + serong kiri. Gue yang ga ngerti masih celingukan.
"Apaan sih? Gue ga pernah nonton Idol" kata gue sambil pasang tampang polos.
Dengan tiba-tiba Dio langsung ngedeketin cowo yang lagi duduk di belakangnya. Gue cuma mau nanya "Itu siapa Di?"
Dioris dan Febri (ternyata dia Idol?) *syok*
Ka peb, maafin aku ya. Aku beneran ga tau kalo kakak itu Idol :D

 Setelah kejadian itu, Dio mulai kesel sendiri sama gue. maafin aku ya Di.

MAKAAAANNN!!!!!
ini mau foto apanya siapa sih??


mata senny mengincar sesuatu
antara kelaperan atau takut makanannya diminta. waras mba?
sast?? mabok??
setelah makan, lanjut Arung Jeram. Pada heran, ga ada yang basah kuyup -____-"

lelah di antrian

mereka siapa?


sastra, Sean, kiko
Sean dan Aku




efek ga bisa foto bareng anak Idol




Hysteria, dan lagi-lagi gue, Senny dan Farid ga ikutan ditambah Izza.
neng, bapak kamu.......................................
efek lupa text gombalan


Karena Galih ga bisa ngelepas jomblonya pada saat itu, akhirnya dia memutuskan untuk tetap menjadi orang ke-3 antara Senny dan Farid
akhirnya.........................


Cocok banget.....

Terakhir, Bianglala
 Awalnya semuanya teriak, setelah beberapa detik baru sadar, kalo teriakan yang kita ikutin itu teriakan dari wahana kora-kora.
Tapi pas ngeliat angka 13 ini, semua kembali teriak. #labil
semua pegangan
wajahnya mulai tegang




Moment terakhir
 
siap nyinden



SEKIAN DAN TERIMAKASIH! 
Ingat ya, ini rahasia. jadi jangan kasih tau yang lain 

sumber: facebooknya tammy dan gue

Komentar

  1. Ngakak Abis liat foto Galih, Senny ma Farid...
    (*__*)

    NP SHERINA : Pergilah Kau...

    BalasHapus
  2. iya2 rahasia,,gak bilang sapa2 kok :D

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. ciyeeee, galih dan farid. next couple nih
      cemungut eaaaa :)

      Hapus
    2. Emooooh gua the next couple-nya
      *sodorin Badot ke Galih*

      Hapus
  4. ampun itu foto terakhir hahahahaha

    seriusan ini shanti gak kenal Febri? *kan belum kenalan qaqa*

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksud aku, aku sama sekali ga tau dia itu siapa :D

      Hapus
  5. Hahahaha. Foto terakhir cucok sekali.. :ngakak:

    BalasHapus
  6. muhehe gw terlalu fokus sama pasangan yang berpegangan tangan dibelakang wkwkwkwk

    BalasHapus
  7. Yang baju coklat kayaknya galau bgt, wkwk

    BalasHapus
  8. Please, itu foto absurd trio labil (gua - Senny - Galih) kenapa jadi keren abis ... dan kesannya < isi sendiri >.

    Gua cocok sama Galih ... cocok ngerusuhin keadaan XP

    BalasHapus

Posting Komentar

silahkan tinggalkan jejak anda ^.^b

Postingan populer dari blog ini

apa hubungannya @thiShanti dan @shintasumabrata ?

“Perasaan nama blog @thiShanti dan @shintasumabrata hampir sama deh, Cuma beda di “I” dan “a” doang ya?” Ini jawabannya. @thiShanti dan @shintasumabrata adalah dua orang yang berbeda tapi lahir dari rahim yang sama. Kami lahir hanya selisih +15 menit. Kami KEMBAR kawaan. Jujur saja, kami sudah terlalu lelah mendengar orang-orang bertanya “kembar ya?”, “yang lahir duluan siapa”, “kakaknya siapa” de el el. Tapi inilah konsekuensi menjadi anak kembar.  Kami lahir pada tanggal 26 Mei 1992 di Cimanggis Bogor (akte) yang sekarang udah berubah nama jadi Depok. (Katanya sih) di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Tapi ga tau juga, soalnya saat kita nongol keluar dari rahim, kita belum sempet diajak jalan-jalan keluar sama susternya. Hhe #ngok *krik krik -_-“

Curi Budaya? Jangaaaaaannnn!!!!!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Jangankan dalam satuan negara, dalam lingkup wilayah provinsi saja sudah banyak budaya yang ada di sana. Karena saya tinggal di daerah Jawa Barat, maka saya akan membahas beberapa kebudayaan yang ada di Jawa Barat.

Gn. Papandayan

cerita yang awal ada disini kawasan kawah papandayan Melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Meskipun hanya bisa tidur (sangat) sebentar, saya tetap bersemangat. Bagaimana tidak? Baru kali ini saya mendengar kalau perjalanan menuju puncak tidak terlalu terjal. Bahkan setengah perjalanan medannya landai. Belum lagi banyak tempat-tempat indah untuk mengambil gambar.