Langsung ke konten utama

Karena Kau, Aku Menyukai Matahari

Hari itu,
Entah itu hari apa, tapi yang aku tahu itu adalah beberapa tahun yang lalu.
Tak usah pedulikan waktu nya, aku hanya peduli dengan kenangannya.
Aku yang pendiam, menunggu mu seorang diri. Aku tak memiliki teman.

Hari itu, 
Ketika aku datang, hangatnya matahari belum dapat aku rasakan.
Mungkin karena hati ku yang masih terlalu dingin.

Hari itu, 
Kau tersenyum dari kejauhan.
Menyapa ku di balik pepohonan.
Menghampiri ku perlahan.

"Hai, sedang apa kau?"

Aku menunggu mu disini, jawabku dalam hati.

Hari itu, kali pertama aku mengenalimu.
Kali pertama pula aku membeku dihadapan mu.
Tak lama, matahari mulai mencairkan kebekuan ku.

"Kau mau kemana?"
"Aku tak suka matahari" jawab ku
"Kenapa?" 
"Aku tak ingin mencair di hadapan mu"

Hari itu, 
Aku melihat mu mencair di hadapan ku.

Hari itu telah berlalu, 
Kali ini aku bermain di bawah matahari tanpa mu.
Aku menyukainya, juga menyukai mu.

Terimakasih telah menghangatkan ku

Komentar

Posting Komentar

silahkan tinggalkan jejak anda ^.^b

Postingan populer dari blog ini

Manusia Berkepala Dua

Mei, 25th 2012 6.36 waktu hape setempat, gue dan teteh udah nyampe kampus padahal gue kuliah jam 8 dan teteh kerja jam 10.  Karena teteh udah 3 bulan lebih ga kerja, dia semangat banget dateng ke kantor, dan emang dia ga boleh kecapean dulu jadi ikut nebeng sama papah yang selalu berangkat pagi deh. Jam setengah 8, teteh minta dianter ke gerbang kantornya yang kebetulan satu tempat sama kampus gue. Pas lagi jalan, teteh nanya mau bikin kue apa tuk perayaan besok?  Gue kira ultah gue yang ke-20 ga akan ada kue atau perayaan kecil-kecilan di rumah, tapi ternyata teteh udah mau menyumbangkan tenaga dan hobi barunya tuk ultah gue dan kembaran.

Belajar Dagang

"JAJANANNYA KAAAA..... GORENGAN.. MINUMAAAN..." "ADA YANG MAU JAJAN GAAA....?" "MISI KA.. ADA YANG MAU JAJAAAAN....?" Kali ini gue akan menceritakan keluh kesah gue saat menjalani praktek mata kuliah Kewirausahaan Kenalin dulu deh, gue seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi di sini . Secara gue anak ekonomi, ga asik rasanya kalo ga pernah belajar dagang.

LADY GAGA

Sambil mengelap tetesan air dari dalam hidung sesekali, gue mencoba untuk nulis pendapat gue tentang LADY GAGA. Yap, Lady Gaga, bukan Mie Gaga 100 atau Mie Gaga 500. Gue ini bukan fans Gaga atau anti fansnya. Tapi disini gue akan mencoba memberikan pendapat gue tentang katanya lady gaga itu haram atau apalah itu. Gue cuma bingung, kenapa cuma Lady Gaga yang di gembar-gemborkan haram? Menurut ilmu agama yang udah gue dapet. Seni itu haram jika menampilkan aurat-aurat yang sudah jelas tidak diperbolehkan oleh agama. Jangankan Lady Gaga, girl band ataupun boyband yang lagi banyak-banyaknya di Indonesia juga bisa dikatakan haram, karena banyak sekali yang menampilkan auratnya dan berpenampilan layaknya wanita. Ini sedikit pendapat dari gue