Langsung ke konten utama

Japanese Drama: Yamato Nadeshiko shichi henge


Yamato Nadeshiko shichi henge / perfect girl evolution

Drama ini diangkat dari cerita manga yang menceritakan tentang perubahan Sunako yang sangat menyukai hal-hal yang berbau skull (tengkorak) menjadi seorang perempuan pada umumnya.
Dalam perubahannya, dia dibantu oleh 4 orang lelaki yang tampan dan sangat populer di kalangan remaja.

Kyohei, Yukinojo, Takenaga, dan Ranmaru memiliki sifat dan latar belakang yang berbeda. Dari keempat orang itu, Kyohei lah yang sangat mengerti Sunako. Di drama ini banyak pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya adalah menjadi diri sendiri. Sesuai dengan soundtrack drama ini yang berjudul love yourself (Kat-tun).

Penampilan tidak penting, yang penting adalah bagaimana kamu bisa mencintai diri mu sendiri dan akan selalu menjadi diri mu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

apa hubungannya @thiShanti dan @shintasumabrata ?

“Perasaan nama blog @thiShanti dan @shintasumabrata hampir sama deh, Cuma beda di “I” dan “a” doang ya?” Ini jawabannya. @thiShanti dan @shintasumabrata adalah dua orang yang berbeda tapi lahir dari rahim yang sama. Kami lahir hanya selisih +15 menit. Kami KEMBAR kawaan. Jujur saja, kami sudah terlalu lelah mendengar orang-orang bertanya “kembar ya?”, “yang lahir duluan siapa”, “kakaknya siapa” de el el. Tapi inilah konsekuensi menjadi anak kembar.  Kami lahir pada tanggal 26 Mei 1992 di Cimanggis Bogor (akte) yang sekarang udah berubah nama jadi Depok. (Katanya sih) di Rumah Sakit Tumbuh Kembang. Tapi ga tau juga, soalnya saat kita nongol keluar dari rahim, kita belum sempet diajak jalan-jalan keluar sama susternya. Hhe #ngok *krik krik -_-“

Curi Budaya? Jangaaaaaannnn!!!!!

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya. Jangankan dalam satuan negara, dalam lingkup wilayah provinsi saja sudah banyak budaya yang ada di sana. Karena saya tinggal di daerah Jawa Barat, maka saya akan membahas beberapa kebudayaan yang ada di Jawa Barat.

Gn. Papandayan

cerita yang awal ada disini kawasan kawah papandayan Melanjutkan cerita yang sempat tertunda. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Meskipun hanya bisa tidur (sangat) sebentar, saya tetap bersemangat. Bagaimana tidak? Baru kali ini saya mendengar kalau perjalanan menuju puncak tidak terlalu terjal. Bahkan setengah perjalanan medannya landai. Belum lagi banyak tempat-tempat indah untuk mengambil gambar.